Kisah Gila Nyata: Calon Mertuaku Ternyata Mantan Istriku

"Bagai mimpi, antara percaya dan tidak perempuan yang diakui Siska sebagai Mamanya itu ialah Mantan istriku. Perubahan perilaku pada diriku yang mungkin terjadi juga pada mantan istriku mungkin sempat menciptakan Siska heran."

 antara percaya dan tidak perempuan yang diakui Siska sebagai Mamanya itu ialah Mantan istri Kisah Aneh Nyata: Calon Mertuaku Ternyata Mantan IstrikuRidho, nama samaran yang paling sempurna ditujukan pada pelaku utama dalam kisah abnormal tapi nyata ini. Awalnya memang terkesan mustahil kalau melihat judul yang sudah terlihat diatas. Tapi menyerupai yang terlihat, begitulah adanya. Sebelumnya memang sulit untuk menciptakan kisah ini menjadi sebuah artikel lengkap di blog madjongke.com. Karena si Pelaku utama awalnya merasa keberatan.

Dengan sedikit perilaku Ngeyel dari penulis madjongke.com, jadinya Ridho memperlihatkan ijin untuk menulis ulang dongeng yang sudah Ridho sampaikan dengan beberapa syarat (Terima kasih Ridho). Dan untuk cerita-cerita yang belum sempat madjongke.com tulis ulang, mohon maaf untuk teman-teman semua. Tunggu ketika yang sempurna untuk mempublikasikannya, mohon pengertiannya. Kita mulai saja, inilah kisah kasatmata dari Ridho untuk pembaca madjongke.com. Seperti biasanya, kalimat sudah madjongke.com rubah tapi tetap sesuai dengan kisahnya.

Calon Mertua Yang Ternyata Mantan Istri

Duda yang masih sangat muda, itulah Aku (Ridho). Penikahan dini yang tidak berjalan dengan baik memaksa Aku dan Istri harus berpisah. Sempat ada rasa risih ketika harus berada dalam satu kelompok calon Duda dan Janda di Pengadilan Agama. Masih sangat muda tapi sudah harus berada diantara mereka.

Singkat cerita, perceraian sudah terjadi dan kami menjalani kehidupan sendiri-sendiri. Aku tidak tahu ihwal mantan istri dan juga sebaliknya, mungkin. Dalam hitungan hari, minggu, bulan, hingga tahun, sudah lebih dari satu perempuan yang Aku pacari. Hingga jadinya pilihan terakhir menurutku ialah Siska. Siska ialah seorang perempuan yang sanggup mendapatkan orang apa adanya.

Meskipun begitu, Siska belum tahu kalau Aku ini ialah seorang Duda. Aku menunggu ketika yang sempurna untuk mengatakannya, ketika ketika relasi kami benar-benar kuat. Aku tidak bermaksud jahat, hanya takut kehilangan dirinya.

Hingga suatu saat, Aku berniat berkunjung ke Rumahnya. Siska menyetujui hal itu. Dengan segala persiapan baik itu oleh-oleh, dsb Aku berangkat menuju Rumahnya. Sampai di Rumahnya, yang ada ialah sang Nenek dari Siska. Neneknya baik alasannya ialah bersedia menunggui Aku ketika Siska sedang mandi.

Rencana awal ke Rumah itu tentu saja untuk mengenal keluarganya. Aku sempat berpikir positif alasannya ialah neneknya begitu ramah dan baik kepadaku. Saat Siska sudah bergabung bersama Aku dan Neneknya Di ruang Tamu, seorang perempuan pulang dan masuk Rumah. Siska sempat menyampaikan kalau itu Mamanya.

Bagai mimpi, antara percaya dan tidak perempuan yang diakui Siska sebagai Mamanya itu ialah Mantan istriku. Perubahan perilaku pada diriku yang mungkin terjadi juga pada mantan istriku mungkin sempat menciptakan Siska heran.

Sedikit senyum sambil menyalamiku, mantan istriku pribadi masuk ke Ruangan lain di Rumah itu dan tidak keluar lagi. Aku berusaha bersikap biasa sambil menanyakan pada Siska apakah itu Mama kandungnya, dengan alasan mamanya masih sangat muda. Jawaban yang Aku dapat, Mantan Istriku ialah mama tirinya Siska. Sebenarnya tanpa bertanya Aku sudah tahu yang sebenarnya. Hanya untuk memastikan dan menyadarkan diriku dari rasa tidak percaya, itu saja.

Hingga bencana yang hampir menciptakan Aku tidak percaya itu, Siska mulai berubah dan jadinya menjauh. Sempat murka juga alasannya ialah tidak jujur kalau Aku ini Duda. Meskipun menunggu ketika yang sempurna untuk memberitahunya ialah alasanku, beliau tetap tidak peduli.

Akhirnya Aku mengalah, selain alasannya ialah alasan itu, Aku juga tidak hingga hati menjalani relasi dengan anak tiri dari mantan istriku. Hanya sebagai pelajaran saja, Aku hanya akan bersikap serius dan menyayangi seseorang dengan sepenuh hati sehabis masing-masing tahu segalanya.

Kisah ini bukan alasannya ialah kesalahanku sebagai Duda, duda bukan penjahat dan juga bukan kejahatan. Semuanya hanya alasannya ialah keadaan. Tidak ada yang pantas untuk disalahkan alasannya ialah semua ini ialah cobaan.

Punya dongeng serupa?. Kirimkan melalui pesan pribadi dan suatu ketika akan ada di blog ini. .com

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menciptakan Artikel Terkait Yang Ringan

Taktik Untuk Memulai Pembicaraan Dengan Laki-Laki Cuek

Membuat Artikel Terbaru Dengan Navigasi Angka